…………….
Malaikat bilang, “mutiara kegelisahan” ……………
Dalam
hati ku yang dibungkus rapi, dalam pikiranku yang terkunci rapat dalam peti,,, engkau kegelisahan dengan mudah nya mengalir
membasahi keringnya hamparan rasa, menggenangi singgasana hati yang mati…
Kegelisahan
yang menyulut hati membakar kesenyapan, menyembulkan asap pengharapan..
Kegelisahan
itu gelombang air bah yang dapat menerjang bersih gejolak dihati mencabut
kehampaan dari akar-akarnya..
Kegelisahan
itu tetesan air hujan digersangnya luas padang asmara yang menumbuhkan benih
bunga-bunga mawar merah berkelopak cinta..
Kegelisahan
itu bintang bintang dikala hati
terjungkal dalam kegelapan malam yang sunyi, dikala matahari enggan
berbagi pancaran sinar kebahagiaannya…
Kegelisahan
itu adalah senyum, senyum yang sekilat cahaya merasuk kedalaman relung hati
menjemput kebahagiaan dari persemayamannya menuju tahta singgasana…
Senyum
yang memekakan kerasnya qalbuku, senyum yang merongrong segenap rasa dijiwaku,
senyum yang menghancurkan segala isi hatiku
dan hanya meninggalkan cinta yang tertambat…
senyum itu kegelisahan….
kegelisahan
itu kebahagiaan….
Karena
senyum itu adalah senyummu…
Senyum
yang merekah dari bibir mungil cantik adek…
Senyumannya
yang menyibak hatiku semenjak dua tahunan silam dan menyebarkan wewangi surga
cinta yang semerbak dijiwa…
Tuhan…!!!
Ampuni hambamu
ini yang selalu merindukannya, merindukan senyumannya, merindukan kegelisahan
itu…
Semoga
yang dirindu disana selalu dalam keadaan sehat wal’afiat dan senantiasa dalam
lindunganmu…
Tuhan,,
Semoga engkau tidak bosan mendengar nama-dia yang selalu ku selipkan dalam
setiap doa-doaku..
Senin,
4 april, 2014
Sekelumit
prasa penuh rasa buat adek yang lagi disana
Dariku,
penafsir dan pengagum senyummu