Kamis, 27 November 2014

Malaikat bilang, “mutiara kegelisahan”



……………. Malaikat bilang, “mutiara kegelisahan” ……………
Dalam hati ku yang dibungkus rapi, dalam pikiranku yang terkunci rapat  dalam peti,,,  engkau kegelisahan dengan mudah nya mengalir membasahi keringnya hamparan rasa, menggenangi singgasana hati yang mati…
Kegelisahan yang menyulut hati membakar kesenyapan, menyembulkan asap pengharapan..
Kegelisahan itu gelombang air bah yang dapat menerjang bersih gejolak dihati mencabut kehampaan dari akar-akarnya..
Kegelisahan itu tetesan air hujan digersangnya luas padang asmara yang menumbuhkan benih bunga-bunga mawar merah berkelopak cinta..
Kegelisahan itu bintang bintang dikala hati  terjungkal dalam kegelapan malam yang sunyi, dikala matahari enggan berbagi pancaran sinar kebahagiaannya…
Kegelisahan itu adalah senyum, senyum yang sekilat cahaya merasuk kedalaman relung hati menjemput kebahagiaan dari persemayamannya menuju tahta singgasana…
Senyum yang memekakan kerasnya qalbuku, senyum yang merongrong segenap rasa dijiwaku, senyum yang menghancurkan  segala isi hatiku dan hanya meninggalkan cinta yang tertambat…
 senyum itu kegelisahan….
kegelisahan itu kebahagiaan….
Karena senyum itu adalah senyummu…
Senyum yang merekah dari bibir mungil cantik adek…
Senyumannya yang menyibak hatiku semenjak dua tahunan silam dan menyebarkan wewangi surga cinta yang semerbak dijiwa…

Tuhan…!!!
Ampuni hambamu ini yang selalu merindukannya, merindukan senyumannya, merindukan kegelisahan itu…
Semoga yang dirindu disana selalu dalam keadaan sehat wal’afiat dan senantiasa dalam lindunganmu…
Tuhan,, Semoga engkau tidak bosan mendengar nama-dia yang selalu ku selipkan dalam setiap doa-doaku..

Senin, 4 april, 2014
Sekelumit prasa penuh rasa buat adek yang lagi disana 
Dariku, penafsir dan pengagum senyummu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar